Ujian dan Hikmah Untuk Seluruh Dunia

Saatnya seluruh bagian dunia dan semua orang diuji dalam kondisi ini. Gak bisa bayangin gimana beratnya ujian tim medis yang jadi garda depan dan harus berpisah sama keluarganya bahkan bertaruh nyawa demi tetep ngelaksanain tugas mulianya. Bukan cuma itu banyak orang yang kehilangan penghasilannya karena kondisi ini. Orang yang harus jauh dari keluarganya, orang yang masih berjuang bekerja di luar, orang yang lapangan pekerjaannya tiba-tiba hilang, orang yang berjuang buat sembuh, orang yang harus kehilangan orang yang disayanginya. Iya semua orang punya perjuangannya masing-masing dalam kondisi ini. Termasuk anak-anak, orang tua dan semua yang lagi berjuang di rumah dan berusaha memutus rantai penularan.

Salah satu hikmah dari ujian ini yaitu mengasah empati sama orang di sekitar kita, karena mungkin disekitar kita ada orang-orang yang butuh bantuan kita.

Someone can’t help everyone but everyone can help someone.

Selama kita ada di rumah ternyata juga bumi bisa istirahat, polusi berkurang. Mungkin ini cara “mengistirahatkan” bumi supaya tetap bisa ditempati manusia.

Hikmah lain di rumah aja selama ramadan, yaitu kita bisa menjalankan ibadah ramadan dengan lebih fokus ibadah tanpa mikirin mau ngabuburit kemana dan buka bareng dimana.

Harapan kita semuanya segera bisa dilewati dengan baik. Semoga keluarga dan orang-orang yang kita sayangi dilindungi oleh Allah dimanapun. Dalam kondisi ini ngerasain banget lemahnya sebagai manusia yang cuma bisa berharap rahmat dari yang Maha memiliki semuanya. Gak lupa bersyukur masih diberi kesehatan dan nikmat berkumpul sama keluarga.

Almighty. It’s been a difficult period for all. You’ve seen how vulnerable we are, You’ve seen our weakness. But in all this, we lay our complete trust in You. Bring healing to those who are ill. Protect those who are most at risk. Comfort those who have lost a loved one.

(Dr. Mufti Ismail Menk)

Sponsored Post Learn from the experts: Create a successful blog with our brand new courseThe WordPress.com Blog

Are you new to blogging, and do you want step-by-step guidance on how to publish and grow your blog? Learn more about our new Blogging for Beginners course and get 50% off through December 10th.

WordPress.com is excited to announce our newest offering: a course just for beginning bloggers where you’ll learn everything you need to know about blogging from the most trusted experts in the industry. We have helped millions of blogs get up and running, we know what works, and we want you to to know everything we know. This course provides all the fundamental skills and inspiration you need to get your blog started, an interactive community forum, and content updated annually.

Sahabat itu bagaikan bintang

Sejak masih kecil kita udah bisa merasakan kalau berteman itu menyenangkan. Kenapa yaa? Karena kita bisa berbagi. Berbagi cerita, canda, tawa dan tangis bersama.

Di setiap perjalanan selalu ada sahabat yang jadi bagian penting dari perjalanan hidup kita. Sahabat yang mengingatkan pada berbagai kenangan awal perjalanan itu dimulai. Sahabat yang mengukir banyak memori di hati kita dan membawa kebaikan buat kita.

Being yourself is the new pretty

Konon katanya Tokyo adalah mekahnya orang yang hobi belanja make up sama skincare, mulai dari high end sampai low end make up ada dimana-mana kaya kacang goreng. Mestipun begitu, ternyata gak ngerubah saya jadi rajin skinkeran biar muka mengkilat dan putih kaya porcelain.

Ya setiap orang punya ketertarikan dan pemikiran yang berbeda-beda. Ada yang suka perawatan dengan merawat fisik. Tapi ada juga yang lebih suka perawatan dengan merawat yang non fisik. Gak ada yang lebih baik, semuanya baik-baik aja, asal kita senang dan melakukannya buat diri kita sendiri.

Kalau liat orang punya kulit bersih dan cantik, pasti pengen juga. Tapi ternyata gak cukup memotivasi buat jadi rajin pake skin care atau make up. Selain karena malesan dan lupaan masalah kaya gitu, dari kecil juga diajarin kalau penampilan fisik itu bukan segalanya, yang terpenting hatinya. Selain itu juga dulu sebelum nikah gaulnya sama temen-temen cowo terus jadi seringnya ngerasa paling cantik sendiri (no matter what😂). Sekarang juga begitu, di rumah ngerasa paling cantik sendiri karena cewe sendiri😂. Emang orangnya lebih pede kalau apa adanya, kalau terlalu cemerlang nanti takut banyak yang minta tandatangan. 😝

Salah satu hal yang bikin risih adalah momen yang mengharuskan dandan habis-habisan kaya pas nikahan dan wisuda. Kenapa sih kita gak bisa jadi diri sendiri aja? Ya namanya juga di dunia terkadang kita dipaksa untuk mengikuti apa yang dianggap orang-orang wajar. Mestipun sebenarnya itu bukan kebenaran.

Terkdang kita diminta buat jadi diri sendiri tapi secara sosial kita dipaksa buat gak jadi diri sendiri. Termasuk dalam pendidikan di sekolah. Banyak anak dipaksa buat belajar dan melakukan apa yang gak mereka sukai jadinya males dan gak mau belajar. Sesuatu yang dipaksa seragam itu padahal belum tentu baik dan benar.

Tapi memang perlu motivasi untuk melakukan apapun, salah satunya nulis. Mestipun tulisannya masih acak-acakan karena ngejar deadline nulis setiap hari dari Kelas Literasi Ibu Profesional. Tapi nulis itu emang menyenangkan. Menuangkan apa yang ada di pikiran yang seringnya gak bisa diungkapkan secara langsung.